Steganography adalah salah satu seni menyembunyikan informasi (information hiding). Kebiasaan manusia melakukan penyembunyian data sudah dilakukan sejak zaman dahulu – banyak kisah sejarah menunjukkan penggunaan steganography.
Seperti ketika Anda melakukan kompresi zip dimana seluruh data digital yang Anda kumpulkan, menjadi satu membentuk format baru .zip, tapi ini kurang seru.
Ketika Anda ingin merahasiakan sebuah informasi atau file, biasanya Anda memberikan file kompresi Anda password agar orang lain tidak dapat mengaksesnya. Well, Anda mungkin merasa aman, tapi sebenarnya tidak – ada tehnik untuk bypass perlindungan password.
Nah Loh, Terus Gimana Dong?
Hmm, analogikan teman Anda file rahasia yang diletakkan di dalam sebuah lemari besi di atas meja kerjanya. Anda mengetahui caranya untuk membuka lemari besi. Pasti secara diam-diam – tergantung perbuatan seseorang sih, tapi anggap saja – Anda dan rasa keingin tahuan Anda, mendatangi lemari tersebut untuk menemukan rahasia di dalamnya.
Lihat kata yang di-bold diatas, “mendatangi”.
Tapi, bagaimana kalau Anda tidak mengetahui keberadaan file rahasia nya? Ini dia seni menyembunyikan informasi yang disebut steganography.
Ketika ada orang lain mengakses komputer Anda, atau storage pribadi Anda di internet, tanpa otorisasi Anda, melihat keberadaan file ZIP atau RAR – apalagi di password, akan menimbulkan kecurigaan “Ini file pasti penting.”
Kalau orang tersebut tidak suka dengan Anda, mungkin pikiran-pikiran jahat muncul. Seperti Anda di contoh di atas tadi.
Steganography memberikan keamanan lebih, merahasiakan keberadaan informasi rahasia Anda. Dengan menyelipkan informasi kedalam file format lain seperti gambar, bahkan audio, sehingga mengurangi timbulnya kecurigaan.
Gimana Cara Melakukannya?
Apabila Anda menggunakan Windows atau OSX, ada banyak software untuk melakukan hal ini. Tapi karena saya addicted to Linux – saya seneng loh denger suara tak tak tak keyboard kalau lagi di terminal, jadi saya hanya akan membahas cara melakukannya di Linux. Tidak perlu software, cukup dengan terminal.
Sekarang siapkan satu gambar (format apa saja) dan file yang ingin Anda sembunyikan. Saya pakai sebuah file TXT yang berisi text ribuan baris (hasil generate Lorem Ipsum) dan sebuah gambar JPG. Kompres file TXT menjadi sebuah ZIP.
Sekarang, ketik command berikut di Terminal: (jangan lupa untuk merubah directory terminal ke lokasi file berada – kalau saya Desktop/tmp).
Setelah proses selesai, akan ada file baru bernama undercover.jpg di direktori tersebut. File ini lah yang mengandung informasiRahasia.zip. Untuk mengetahuinya, Anda bisa menjalankan command
unzip -t undercover.jpg, dan lihat laporannya di terminal.
Lihat kan? OK dan tidak ada error dalam struktur datanya. Dan untuk mengambil informasi dari dalam gambar, Anda bisa menggunakan perintah:
unzip undercover.jpg Atau kalau mau lebih aman lagi, Anda bisa menambahkan opsi -qq.
Penjelasan Singkat
Apa yang terjadi atau dilakukan terminal terhadap file gambar tersebut dan ZIP adalah:
catmembaca file gambar-
catmembaca file ZIP -
catmembaca meng-konkatenasikan kedua file dan menggabungkannya menjadi satu file baru, undercover.jpg (namanya tergantung Anda menamainya apa).
Algoritma dan tehnik yang digunakan terminal tergantung dari 2 hal: besarnya informasi, dan format gambar. Tehnik-tehnik yang terkenal ada:
- Patchwork
- Spread Spectrum
- dan Least Significant Bit (LSB)
Semua tehnik ini bermain di data bit gambar. Memanipulasi bit gambar asli agar informasi rahasia dapat diselipkan dan disimpan sebagai bagian dari struktur data gambar baru.
Meskipun sebenarnya media yang digunakan tidak hanya file format gambar saja.
Penjelasan Detail
Kalau menjelaskan secara detail, sungguh panjang betul post ini nanti. Jadinya akan sangat membosankan – segini saja saya yakin Anda sudah bosan.





Social Media